Tangis Ibu: Unang Mekkel-ekkel, Ala Angker Do Disi

Bagikan:
Pihak Polres Samosir mengevakuasi ketiga korban untuk dibawa ke RSU dr Hadrianus Sinaga Pangururan.

NewTapanuli.com, Samosir – DUKA mendalam menyelimuti keluarga Sri Tetty Simbolon, salah satu korban tenggelam di Sidae Dae, Perairan Pintu Batu, Desa Kecamatan Pangururan.

Rumah duka di Huta Namora ramai dikunjungi pelayat mulai malam hingga, Kamis (6/9). Pelayat datang dari kampung dan sanak keluarga, termasuk guru dan rekan-rekannya. Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir pun datang menyampaikan penghiburan kepada orangtua Sri, pasangan Gumbok Simbolon dan boru Malau.

Orangtuanya terus meratapi jasad putri kedua ini yang diletakkan di ruang tengah rumah panggung dengan dibalut ulos Ragi Hotang.

Boru Malau, ibu Sri, menceritakan malam sebelum kejadian, putrinya sudah pamit untuk kerja kelompok atas perintah gurunya.

“Nabodari, didokkon naeng karejo kelompok. Mangido bontot, denggan do laho sian jabu. (Tadi malam dia masih permisi mau kerja kelompok dan dia minta dibekali bontot sambil permisi),” ujar ibunya.

Boru Malau, ibu Sri, dalam tangisnya bercerita. Sebelum berangkat sekolah seperti biasanya, Sri masih mengerjakan tugas rumah yakni mengangkat air dari sumber air kerumahnya.

Menggunakan kereta dorong, dua jerigen air ia tinggalkan di rumah lalu berangkat ke sekolah.

Pagi itu tidak ada firasat tidak baik. Namun setelah siang, Boru Malau merasakan firasat aneh. Dia merasa gelisah, dan merasa khawatir jika putrinya dan teman-temannya pergi ke Perairan Pintu Batu, sebab airnya dalam dan wilyahnya terkenal angker.

Bagikan:
Loading...