Pendapatan Daerah Kawasan Danau Toba Mulai Meningkat

Bagikan:
Pemuda menampilkan tortor dengan membawa bibit pohon sebagai bentuk kepedulian pelestarian kawasan Danau Toba di Parapat beberapa waktu lalu.

NewTapanuli.com, Samosir – Danau Toba terus berbenah setelah masuk dalam daftar satu dari sepuluh Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Pembangunan pun terus dilakukan di sana untuk memudahkan akses wisatawan yang datang.

Wisatawan yang datang ke Danau Toba juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini, juga berpengaruh pada pendapatan daerah. Diantara tujuh kabupaten yang ada di kawasan Danau Toba, Samosir yang mengalami peningkatan signifikan. Pariwisata memang menjadi Pendapat Asli Daerah (PAD) pulau di tengah Danau Toba itu.

Kepala Dinas Pariwisata Samosir, Ombang Siboro mengatakan, PAD mereka meningkat dua kali lipat pada beberapa tahun terakhir. Pada 2016, PAD mencapai Rp 30 miliar. Jumlah ini mengalami peningkatan di 2017 sebesar Rp 80 miliar.

“Itu hanya dari pariwisata saja. Setiap tahunnya akan kita upayakan terus meningkat. Karena ini berpengaruh juga pada kesejahteraan masyarakat,” kata Ombang, Minggu (26/8).

Pariwisata ke Danau Toba memang semoat lesu saat tragedi KM Sinar Bangun. Pada berita sebelumnya, angka penurunannya mencapai 60 persen.

Pemkab Samosir tidak diam melihat kondisi itu. Mereka terus memulihkan pariwisata Danau Toba. Berbagai event pun digelar. Kini geliat pariwisata di Samosir sudah pulih kembali. Hingga 30 Juni 2018 sudah 132 ribu wisatawan yang masuk. “Itu dari lokal Indonesia ataupun mancanegara,” katanya.

Mereka menarget ada 350 ribu kunjungan hingga akhir Desember mendatang. “Untuk pertambahan wisata kita buat Statistiknya. Termasuk kita buat perkembangan berapa sepeda rental bertambah, berapa jumlah karyawan hotel? Nah di sini kita lihat perkembangan kunjungan wisata kita,” jelasnya.

Lebih jauh lagi Ombang memaparkan, kendala yang dihadapi untuk kemajuan pariwisata Danau Toba adalah kesadaran masyarakat. Pihaknya terus memberikan edukasi tentang kepariwisataan kepada masyarakat meskioun hasiknya beluk maksimal.

“Masih kurang kesadaran bersih, karena kebersihan belum menjadi life style. ?Tapi, kita bangun budaya bersih melalui sekolah-sekolah dan kelompok masyarakat,” katanya.

Promosi Danau Toba terus dilakukan pihaknya. Baik dari media massa ataupun media sosial. Setiap event yang digelar juga pasti menggunakan branding soal Danau Toba.

Soal infrastruktur jalan, di Samosir sudah mulai pulih. Jalan lingkar Samosir nyaris ramapung dengan presentase 95 persen. Dalam waktu dekat jalan itu akan dipakai sebagai rute Granfondo New York (GFNY) yang merupakan even sepeda internasional yang diikuti ratusan atlit dari seluruh dunia. (pra/JPC/nt)

Bagikan:
Loading...