Samosir Music International, Mengenang KM Sinar Bangun dan Gempa Lombok

Bagikan:
Nadine Beiler Austria berhasil menghipnotis penonton SMI 2018, dengan persembahan lagu Batak.

NewTapanuli.com, Samosir – Sebuah panggung berdiri megah di Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir, Sabtu (26/8) malam. Gemerlap lampu sorot warna-warni mengarah ke segala penjuru. Riuh suara penonton yang ingin menyaksikan Samosir Musik International (SMI) 2018 bergema. Mereka menantikan penampilan artis mancanegara yang kabarnya akan membawakan lagu khas Batak Toba.

Kebanyakan penonton adalah warga, wisatawan lokal hingga mancanegara. Mereka menantikan penampilan Herman Delago, musisi asal Austria bersama para koleganya. Tak hanya Herman, beberapa artis nasional dan lokal juga tampil.

Sejak sore penonton yang jumlah ribuan sudah mulai datang ke lokasi. Mulai dari tribun hingga lapangan di depan panggung dipadati penonton.

Waktu menunjukkan pukul 19.30 WIB lebih. Acara pun dibuka dengan senandung lirih instrumental. Gesekan biola, piano dan suara suling beradu sendu. Penonton pun mulai terbius dengan alunan musik. Beberapa tampak menggoyangkan kepala mengikuti alunan musik.

Suasana tetiba hening. Pelantun lagu perempuan di atas panggung menyampaikan bahwa lagu yang dibawakan sebagai persembahan untuk korban tragedi karamnya KM Sinar Bangun Danau Toba dan gempabumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Persembahan ini khusus buat para korban, karena kita juga merasakan duka yang mendalam atas musibah itu,” kata sang penyanyi, Sabtu (26/8) malam.

Para penonton tertunduk. Memanjatkan doa untuk para korban. Setelah itu, acara pun dibuka secara resmi oleh Bupati Samosir Rapidin Simbolon. Dia didampingi Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan, Dirut BPODT Arie Prasetyo dan sejumlah pejabat lainnya.

Bagikan:
Loading...