Selamat Jalan Maestro Batak Guru Guntur Sitohang, Tenanglah di Keabadian!

Bagikan:
Maestro Batak Guntur Sitohang semasa hidup, ketika ditemui di rumahnya di Harian Boho, Januari 2014 lalu.

NewTapanuli.com, SAMOSIR- Di balik Gunung Pusuk Buhit, 19 Desember 1936 silam, terlahirlah seorang putra Batak. Dia tumbuh dewasa melahirkan karya-karya yang begitu luar biasa. Suara tautan taganingnya, petikan senar husapinya, alunan merdu sarunenya serta alat-alat musik tradisional Batak yang dibuatnya telah menjadikannya sebagai seorang maestro yang begitu menginspirasi. Namun, kini ia telah berpulang ke Sang Pencipta.

Dia adalah Guntur Sitohang yang selama hidupnya mengabdikan diri untuk melestarikan pusaka musik tradisional Batak. Maestro Batak ini mengehmbuskan nafas terakhirnya pada Minggu (11/6).
Kabar ini disampaikan langsung oleh anak keempat Guntur, Martogi Sitohang.

“Selamat jalan menuju keabadian Bapakku, Guruku dan Inspirasiku,” kata Martogi lewat akun Facebook-nya.
Martogi yang dikenal sebagai maestro suling Batak ini bertekad akan tetap melanjutkan perjuangan bapaknya dalam melestarikan musik Batak.
“Kami anak anakmu akan tetap melanjutkan perjuanganmu untuk mengukir namamu di setiap setiap pekerjaan kami. Semoga Tuhan menerimamu di sisi-NYa. Amin,” kata Martogi.

Lewat akun Facebook-nya, Martahan Sitohang, anak ke-10 Guntur juga meluapkan kesedihannya.
“Selamat jalan Among. Karyamu untuk musik Batak akan abadi,” ujar Martahan yang juga sudah dikenal luas dalam dunia musik Batak.

Bagikan:
Loading...