Mahfud MD di USI: Pancasila Tolak Radikalisme dan Anarkisme

Bagikan:
Prof Dr Mohammad Mahfud MD mendatangani sertifikat piagam didampingi Wakapoldasu disaksikan Rektor USI.

NewTapanuli.com, SIANTARĀ – Universitas Simalungun (USI) menggelar seminar nasional dengan tema menolak paham radikalisme dan anarkisme. Nara sumber yang diundang adalah Prof Dr Mohammad Mahfud MD, selaku anggota Dewan Pengarah Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Wakapolda Sumut, Brigjend Pol Agus Andrianto.

Seminar ini digelar bersamaan dengan pelepasan mahasiswa kuliah kerja usaha 2018, di Auditorium Radjamin Poerba, Selasa (10/7).

Dalam pemaparan yang disampaikan Prof Dr Mohammad Mahfud MD kepada ribuan mahasiswa USI ditegaskan bahwa radikalisme adalah suatu paham yang berusaha untuk melawan paham umum yang telah disepakati di Indonesia sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yaitu Pancasila dan Pancasila merupakam paham yang melahirkan pluralisme.

“Kita bernegara dalam realitasnya berasal dari perbedaan agama, suku, bahasa dan budaya. Dari perbedaan itulah lahir untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu tidak boleh dalam pluralism, memaksakan kehendak atau mengutamakan kepentingan mayoritas dari minoritas,” jelasnya.

Menurut Mahfud, Negara sadar akan perbedaan. Maka itu dasar negara didirikan dengan sistem demokrasi, yang mengambil kebijakan melalui kebersamaan. Tidak boleh mengambil kebijakan tanpa demokrasi. Mahfud mengutarakan Indonesia terdiri dari 1.360 suku dan banyak agama. Itu sebabnya semua masyarakat harus paham setiap negara tidak ada yang hanya memiliki satu suku atau agama.

Bagikan:
Loading...