Cold Storage Wujudkan Mimpi Petani Humbahas

Bagikan:
Penyerahan cold storage Community Development (CD) PT TPL kepada Pemkab Humbahas. (Sunday Sihotang/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, HUMBAHAS – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terima bantuan berupa Cold storage (Ruang Penyimpanan, red) dari PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL). Acara penyerahan tersebut dilaksanakan di Desa Sigumpar (lokasi Cold Storage), Kecamatan Lintongnihuta, Jumat (26/10).

Ruangan yang dirancang khusus dengan kondisi suhu tertentu, untuk menyimpan dan mempertahankan kesegaran berbagai macam produk hasil pertanian, seperti sayur dan buah-buahan tadi, diharapkan dapat mewujudkan mimpi petani di Humbahas yang kerap tersandera oleh fluktuasi harga-harga hasil pertanian.

Cold storage langsung diserahkan Direksi PT TPL, Mulia Nauli bersama Manajer Community Development PT TPL, Ramida Siringoringo kepada Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor didampingi Plt Kepala Bappeda Hotmaida Dinauli Butarbutar, disaksikan dua anggota DPR-RI Komisi V Anton Sihombing dan Jhoni Allen Marbun serta Camat Lintongnihuta, Jara Trisepto Lumbantoruan.

Direksi PT TPL, Mulia Nauli mengatakan salah satu permasalahan petani, sering dihadapkan pada gejolak harga.

“Kami melihat bahwa dalam beberapa waktu terakhir harga sayur, seperti cabai, tomat, dan kentang mengalami gejolak. Hal ini yang membuat kami, PT TPL ingin berkontribusi kepada para petani khususnya di Humbahas untuk menjaga kestabilan harga agar petani tidak merugi, dan kualitas produk sayur-sayuran bisa bertahan lebih lama di dalam cold storage,” ujar Mulia.

Petani melalui pengelola cold storage dapat menjaga serta memanfaatkan ruang pendingin itu, untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami berharap para petani bisa merasakan langsung manfaatnya, mari kita jaga cold storage ini. Kalau penanganan untuk sayur bagus, maka pasar akan menyerap hasil komoditas petani dengan baik,” pungkasnya.

Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor mengapresiasi niat baik dan kepedulian PT TPL terhadap sektor pertanian di Humbahas.

“Target kita, tidak ada lagi harga komoditi pertanian yang turun drastis. Tomat, kentang, bawang merah, bawang putih, dan buah-buahan bisa kita simpan di dalam cold storage. Koperasi para petani nanti yang akan mengelola cold storage ini,” katanya.

Untuk diketahui cold storage memiliki tiga bagian bangunan, yakni cold room; yakni 10 meter kali 20 meter dan tinggi 5 meter, anteroom 10 meter kali 4 meter dan tinggi 4 meter, serta bangunan tempat sortir 10 meter kali 20 meter.

Cold storage memiliki kapasitas penyimpanan 1.000 meter kubik atau sekitar 100 ton sayuran dengan konsumsi listrik 36.000 watt. Pembangunan cold storage ini dikerjakan dalam jangka waktu delapan bulan dengan nilai Rp2,3 miliar. (sht/nt)

Bagikan:
Loading...