Ujian SKD CPNS Humbahas Dilaksanakan di Dairi

Bagikan:
Kepala BKD Humbang Hasundutan Domu Lumbangaol. (Sunday Sihotang/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, HUMBAHAS – Sebanyak 3.723 orang peserta pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNS) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) akan mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) selama empat hari di Kabupaten Dairi.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Gedung Balai Karina, Jalan 45 Sidikalang. Hal itu dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Humbahas, Domu Lumban Gaol Jumat (26/10).

Menurut Domu, penentuan lokasi ujian yang akan dilaksanakan dari tanggal 28 sampai dengan tanggal 31 Oktober tersebut adalah sesuai ketetapan panitia seleksi nasional (Panselnas) CPNS tahun 2018 dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), supaya menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Untuk penerimaan CPNS TA 2018, Domu menyebutkan, pihaknya membuka 268 Formasi. Lima diantaranya adalah formasi untuk eks Honorer K-II dari tenaga guru. Sementara untuk formasi umum, 168 tenaga guru, 68 tenaga kesehatan dan 30 tenaga teknis.

Dijelaskan, dari 3.812 orang telah menyampaikan lamaran ke Pemkab Humbahas melalui SSCN (Sistem Seleksi CPNS Nasional), yang lulus seleksi administrasi hanya sebanyak 3.723 orang.

“Mereka inilah yang berhak mengikuti SKD yang meliputi Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Test Inteligensi Umum (TIU), serta Tes Wawasan Kebangsaan (TWK),” urainya.

Lebih lanjut Domu mengatakan, dalam seleksi CPNS ada tiga tahapan yang harus dilalui, yakni seleksi administrasi, SKD dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Untuk SKD, peserta harus mencapai nilai ambang batas, yakni TKP 143, TIU 80, dan TWK 75. Peserta CPNS harus mencapai nilai ambang batas yang ditentukan.

“Untuk CPNS Eks K-II, nilai komulatif SKD paling sedikit 260. Dengan TIU 60. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor 37/2018,” paparnya.

Selanjutnya, yang lulus SKD akan melangkah ke SKB yang meliputi ujian CAT dan wawancara. “Peserta yang melangkah ke SKB adalah 1:3 dari jumlah formasi. Hal tersebut sesuai dengan PP Nomor 11 tahun 2017 tentang menejemen PNS,” imbuhnya.

Kepada para peserta, Domu berpesan agar tidak percaya dan terjebak dengan oknum yang menjanjikan dapat meluluskan peserta dengan meminta sejumlah uang. Tapi dia menyerankan agar para peserta mempersiapkan diri dengan matang serta mengikuti jadwal yang sudah ditentukan oleh pansel daerah.

“Jadi kami mengimbau, untuk mengikuti jadwal yang sudah ditentukan panitia di daerah, sehingga pelaksanaannya berjalan dengan baik. Terus, yang bersangkutanlah yang membuat dia lulus. Bukan orang lain,” tandasnya. (sht/osi)

Bagikan:
Loading...