Jembatan Gantung Sipoholon Butuh Perbaikan

Bagikan:
Jembatan tua Lumban Soit Desa Hutauruk Hasundutan Sipoholon saat ini semakin kritis.

NewTapanuli.com, TAPUT– Sudah 15 tahun lebih kondisi jembatan tua Lumban Soit Desa Hutauruk Hasundutan, Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara (Taput), Sumut kritis. Warga sudah beruulang-ulang melayangkan usulan kepada pemerintah agar jembatan tersebut segera diperbaiki.

 

Badan jembatan selama ini menjadi objek hantaman gulungan air saat musim hujan, sehingga membuat kondisi jembatan semakin mengkhawatirkan.

Jembatan yang terbentang di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) Sigeaon adalah akses utama mobilisasi hasil bumi masyarakat dan perlintasan masyarakat menjangkau Kota Tarutung sebagai ibukota Kabupaten Taput.

Setiap pagi ratusan pelajar tingkat SD, SMP dan SLTA dari Desa Hutauruk Hasundutan selalu ramai melintasi jembatan menuju sekolah.

Namun asa yang hampir putus itu sudah terjawab pasca direncanakanya pembangunan jembatan gantung sesuai keterangan pihak Kementerian PUPR.

Jembatan gantung akan segera dibangun dengan type I seperti model bangunan jembatan gantung yang sudah tuntas di Desa Siraja Oloan Tarutung tahun anggaran 2018 lalu. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan, Selamat Rasidi membenarkan hal tersebut ketika menjawab wawancara wartawan, Jumat (12/4).

Dijelaskannya, besaran anggaran dari APBN harus sesuai hasil survey tim perencana yang masih perlu dihitung tim BBPJN II Medan selanjutnya diusulkan ke Kementerian PUPR.

“Besaran anggaran yang diperlukan untuk pembangunan jembatan dimaksud masih dalam proses perhitungan dengan penyiapan desain. Tahapan dari proses desain hingga penganggaran nantinya akan memerlukan pembahasan dan persetujuan dari Dirjen Bina Marga Kementerian PU yang tentunya kita berharap dapat terwujud agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” terang Rasidi.

Dikonfirmasi sebelumnya, kepala dinas PUPR Tapanuli Utara Ir Anggiat Rajagukguk MM dalam keterangan pers kepada Tagar News, menyebut, usulan pembangunan jembatan gantung tahun 2019 ada di dua titik berada di kecamatan Sipoholon dan Pahae.

“Type bangunan seperti bangunan jembatan gantung desa Siraja Oloan yang sudah tuntas 2018 lalu”, katanya.

Sebelumnya, menyikapi rencana pembangunan jembatan tersebut dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, masyarakat Desa Hutauruk Hasundutan menyambut gembira upaya akomodasi tersebut.

“Sudah patut jadi prioritas. Bangunan jembatan itu rawan ambruk, akses satu-satunya menjangkau jalan kabupaten memobilisasi hasil bumi dan perlintasan anak-anak pelajar. Terima kasih kepada Pemkab Tapanuli Utara dan pemerintahan pusat,” ungkap Tohom Hutauruk (46).

Dijelaskannya, bangunan jembatan tua Lumban Soit dibangun sekitar tahun 1970-an dengan memakai bahan material besi bongkaran jembatan Sungai Ular Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara.

“Sudah berusia hampir 50 tahun, dan sudah sejak 15 tahun silam usulan ini kami enduskan lewat media massa maupun permohonan tertulis. Semoga segera terealisasi,” harapnya. (ant/tgn)

Bagikan:
Loading...