PT CME Ingkar Janji, Warga Hentikan Aktifitas PLTMH Sion

Bagikan:
Warga saat memblokir jalan di lokasi proyek pembangunan PLTMH Sion, di Dusun Pangambatan, Desa Sion Selatan, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbahas.

New Tapanuli, HUMBAHAS-Warga Desa Sionom Hudon Selatan, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas)  memblokir jalan serta menghentikan segala aktivitas pembangunan  PLTMH di sekitar lokasi bendungan, di Dusun Pangambatan, Desa Sionom Hudon Selatan, Jumat (15/3).

Pasalnya, PT Citra Multi Energi (CME) selaku pemilik Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) Sion yang pengerjaan fasilitas dan infrastrukturnya saat ini dilakukan PT Multi Adverindo (MA), tidak menepati sejumlah janji atau komitmen yang  disepakati sebelumnya. Semisal perekrutan tenaga kerja yang mengutamakan pemilik lahan yang dibebaskan, sesuai kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan.

Salah seorang warga, Sihar F Sihotang yang turut dalam aksi itu menyebutkan, pekerjaan PLTMH Sion sudah berlangsung satu tahun. Namun tak satu pun di antara mereka yang tadinya pemilik lahan di hulu (lokasi bendungan) diterima bekerja.

“Padahal, warga mau membebaskan lahannya bukan sekadar untuk dapat ganti rugi, tetapi lebih jauh dari itu, mereka ingin terlibat dalam proses pembangunan sebagai tenaga kerja,” jelasnya.

Ironisnya, sambungnya, PT MA lebih banyak merekrut tenaga kerja dari luar, meskipun untuk pekerjaan biasa

“Masa untuk pekerjaan jaga malam dan ngikat-ngikat kawat harus diimpor dari luar. Padahal, kami sudah lama melamar,” ujar pria paruh baya itu.

Lebih lanjut dikatakannya,  PT MA selaku rekanan PT CME menolak menerima mereka sebagai karyawan dikarenakan yang berjanji kepada warga adalah PT CME, bukan PT MA.

“Kami menilai, PT CME tidak pernah menyampaikan perjanjian tersebut, sehingga terkesan saling lempar tanggungjawab,” tukasnya.

Selain itu, katanya lagi, PT CME juga dianggap telah merusak fasilitas umum milik warga, yakni jalan dan rambingan (titi gantung).

“Padahal itu merupakan satu-satunya akses penghubung Dusun Pangambatan dengan Dusun Sosor Kihing yang juga lokasi lahan pertanian warga,” ujarnya.

Senada itu, Gostairon Manik salah seorang warga Dusun Tornauli mengatakan, pemalangan dilakukan bukan hanya karena persoalan tenaga kerja, namun ada beberapa hal lainnya. Seperti pembuatan tembok penahan tanah di sekitar wakaf (makam) leluhur, serta di beberapa titik lahan persawahan warga yang sampai saat ini belum dilakukan oleh pengembang.

“Karenanya, kita akan tetap melakukan pemalangan sampai tuntutan kita dipenuhi,” ujar Gostairon yang mengaku telah menyerahkan surat lamarannya pada Desember 2018 lalu.

Sementara itu, PT CME melalui Jubel Lumban Tobing bersama manajemen PT CME membenarkan adanya perjanjian dimaksud dan berjanji secepatnya meluruskan permasalahan yang terjadi.

“Kita akui perjanjian itu ada. Mungkin terjadi miss komunikasi antara PT MA dengan PT CME. Karena yang merekrut karyawan adalah PT MA. Jadi, dalam waktu dekat kita akan duduk bersama antara PT CME, PT MA, dan IKPT beserta warga untuk menyelesaikan permasalahannya,” katanya.

Terkait tembok penahan tanah, jalan dan jembatan gantung, Jubel Tobing juga berjanji pihaknya akan memperbaikinya.

“Kami akan perbaiki jembatan yang rusak akibat aktifitas kita. dan Jalannya juga akan kita buatkan penggantinya,” tandas Tobing kepada wartawan di lokasi proyek. (sht/rb).

Bagikan:
Loading...