BPN Tak Pernah Hadiri Undangan DPRD dan Pemko Sibolga

Bagikan:

New Tapanuli, SIBOLGA-Ketua DPRD Kota Sibolga Tonny Agustinus Lumban Tobing menyesalkan dan kecewa dengan sikap pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sibolga yang tidak mau menghadiri setiap undangan dari legislatif dan eksekutif Kota Sibolga.

Hal itu disampaikan Tonny saat memediasi pertemuan warga Lingkungan III Kelurahan Huta Tonga-tonga terkait sertifikat tanah milik Togu Sinaga dan tetangganya Herbet Sianipar, Jumat (15/3) di ruang pertemuan DPRD Sibolga.

“Kita sangat menyesalkan sikap BPN Sibolga ini. Setiap kali kita undang, mereka tidak bersedia hadir. Padahal ini tugasnya dan setiap masalah terkait pertanahan di Kota Sibolga, yang mengetahui kan mereka. Ini kita undang mereka dan ini bukan yang pertama, beberapa kali pun diundang mereka tetap tidak mau hadir,” ketusnya.

Hadir dalam mediasi itu, anggota DPRD Sibolga di antaranya Muchtar DS Nababan, Hj Nurarifah, Jimmi Hutajulu, Imran S Simorangkir, Kasatpol PP, dan Damkar Singkat Sijabat, Camat Sibolga Utara Maslan Ida Rumapea, Lurah Huta Tonga-Tonga Rejeki Paggabean, pihak yang bertikai, serta warga setempat.

Senada itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Sibolga Singkat Sijabat menyampaikan hal yang sama. Dia menilai pihak BPN Sibolga terlampau sombong dan angkuh.

“Kita gak tau apa maksud mereka. Apakah tugas mereka hanya membuat sertifikat, sehingga jika ada persoalan mereka tidak mau hadir,” tukasnya.

Dia mengakui, BPN Sibolga merupakan instansi vertikal, namun persoalan tanah masyarakat yang ada di Kota Sibolga tentunya berhubungan dengan mereka.

“Sementara jika sudah menjadi masalah, tentunya Pemko Sibolga yang menjadi pengaduan warga. Termasuk dalam menjaga keamanan dan ketertiban warga terkait persoalan tanah,” ketusnya.

Untuk itu, katanya, diharapkan BPN Sibolga merespon undangan jika menyangkut pertanahan masyarakat.

“Seperti yang terjadi di lingkungan III Kelurahan Huta Tonga-Tonga yang dimediasi oleh DPRD Sibolga, karena yang mengetahui ukuran tanah yang sebenarnya kan BPN,”  ujarnya.

Terkait permasalahan itu, akhirnya berhasil diputuskan beberapa kesepakatan yakni akses jalan atau gang yang sebelumnya ada disebelah kiri dari tanah Togu Sinaga yang merupakan parit dan masih ada jaraknya  dengan parit akan dibangun oleh Pemko Sibolga dan akan diupayakan menjadi jalan masuk bagi warga. Kemudian untuk gang yang berada di sebelah kanan tanah milik Togu Sinaga sesuai kesepakatan akan tetap menjadi akses jalan atau gang dan pihak dari Togu Sinaga berjanji tidak akan pernah mempersoalkan gang tersebut. (mis/rb)

 

Bagikan:
Loading...