Mengecewakan! OKP Diturunkan Amankan Kantor PLN Sibolga

Bagikan:
Massa yang merupakan karyawan PT Anugrah Sibolga Lestari menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor PLN Area Sibolga, Senin (5/3).

New Tapanuli.Com – Aksi unjuk rasa yang oleh karyawan PT Anugrah Sibolga Lestari (ASL), Senin (5/3) berakhir dengan kekecewaan bagi pengunjukrasa karena pihak PLN diduga tak bersedia menyalakan listrik, seperti tuntutan mereka. Selain itu, kekecewaan juga timbul karena pihak PT PLN Area Sibolga menurunkan salah satu organisasi kepemudaan untuk mengamankan, yang membuat situasi semakin panas.n
Memanasnya situasi mediasi berawal dari sikap beberapa oknum OKP yang melakukan pelarangan liputan terhadap sejumlah wartawan saat hendak mengikuti proses mediasi antara karyawan PT ASL dan pihak PLN di kantor PLN Sibolga di Jalan F L Tobing.
“Saya nggak tahu apa alasan oknum OKP menghadang kita, sementara polisi dan Polisi Militer (PM) pun tidak melarang kita liputan mediasi itu. Kita nggak tahu apa kapasitas mereka (oknum OKP) di mediasi ASL dan PLN ini,” kata Putma, wartawan salah satu media surat kabar harian terbitan Medan, Senin (5/3).
Beberapa menit setelah pelarangan wartawan, para karyawan PT ASL tiba-tiba keluar dari ruangan pertemuan dan berteriak tidak terima pembicaraan manajemen PLN yang membahas soal hukum, padahal tuntutan karyawan agar meteran listrik PT ASL segera dipasang kembali.
Usai bubar dari proses mediasi, Humas PT ASL Sarudik Laurimba Sinaga meminta pihak kepolisian yang mengawal unjuk rasa agar membubarkan sejumlah oknum OKP yang diduga menjadi beking.
“Pak Polisi, kenapa di kantor PLN itu ada oknum OKP? Mau dibentrokkan dengan kami? Tolong Pak Polisi bubarkan itu oknum OKP dari kantor PLN, jangan sampai kami terpancing,” teriak Sinaga.
Mendengar permintaan karyawan PT ASL, polisi pun langsung bergerak dan mengusir sejumlah oknum OKP dari area kantor PLN Sibolga.
Jangan Benturkan
Elemen Masyarakat Sibolga
Sementara itu, salah seorang warga Sibolga yang melihat aksi unjuk rasa mengaku heran dengan sikap PT PLN yang sampai membawa-bawa OKP ke kantor PLN yang merupakan fasilitas negara.
“Kita justru heran dengan oknum Manajer PT PLN Sibolga ini. Kenapa bawa-bawa OKP? Ini jelas sudah salah. Apa dia tidak percaya lagi kepada pihak kepolisian? Bahkan dia sendiri memiliki security atau satpam yang dapat menjaga kantor dan keselamatan mereka,” jelasnya warga yang tidak ingin namanya dipublikasikan.
“Aksi unjuk rasa karyawan PT ASL itu adalah karena terganggunya jalan cari makan mereka. Jika memang itu mereka perjuangkan, itu hak mereka dan itu dilindungi undang-undang. Dan kalau pun pihak PT PLN Area Sibolga tidak mau menerima tuntutan karyawan PT ASL, itu sah-sah saja. Akan tetapi kehadiran oknum-oknum OKP di kantor PLN itu sudah sangat lari dari tupoksi. Zaman sekarang, pengamanan itu sepenuhnya di tangan petugas kepolisian. Atau memang Manajer PT PLN Area Sibolga ingin memecah belah unsur elemen masyarakat Kota Sibolga akibat pro kontra tersebut?” kesalnya. (mis)

Bagikan:
Loading...