Mungil, Lihai dan Agresif, Cupang Kian Diminati Masyarakat

Ilustrasi
LINE it!

New Tapanuli.Com – Siapa yang tidak kenal dengan ikan cupang? Ikan yang sedang naik daun ini ternyata memilki daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang melihatnya. Bentuknya mungil, dengan warna-warni yang cerah. Tak jarang, menunjukkan sikap yang agresif dan menantang dengan cara melebarkan insang.

Habitat ikan jenis ini banyak ditemukan di daerah tropis dan dulu sangat mudah ditemukan di perairan rawa. Anak- anak biasa mencari ikan ini dengan membawa sejenis jaring yang digunakan untuk menangkap ikan cupang.
Biasanya, orang-orang mengadu ikan dengan sebutan katung atau laga ini dengan menempatkan dua ekor cupang jantan petarung yang siap diadu dalam satu arena wadah seperti botol kaca, akuarium dan sebagainya.
Saat ini di Kota Padangsidimpuan, ikan cupang kembali digemari. Namun kegemaran itu lahir dari keindahalan ikan itu yang menawan.

Banyak penjual cupang yang bisa kitan temui di beberapa titik di Kota Padangsidimpuan mulai dari Sadabuan hingga Padangmatinggi. Fitri batubara (38), salah seorang penjual cupang di kawasan Jalan Merdeka, mengaku sudah delapan bulan menggeluti bisnis ikan cupang tersebut.

Menurutnya, harga cupang cukup bervariasi. Mulai dari Rp3 ribu hingga mencapai ratusan ribu rupiah. Harga ikan cupang juga ditentukan menurut jenisnya, usia serta pengalaman mengikuti kontes.
Pada Kamis (22/3) lalu, kontes ikan cupang telah diadakan di Alaman Bolak Padang Nadimpu. Salahsatu cupang miliknya dengan jenis giant memenangkan kontes. Saat ini kata Fitri, cupang giant miliknya itu dibanderol dengan harga Rp150 ribu. Harga yang meningkat 6 kali lipat, jika dirawat sedemikian rupa. Ikan cupang yang saat ini banyak digemari, kata pedagang beromset ratusan ribu rupiah ini, yakni jenis plakkat. Itu karena ragam bercak warna yang dimilikinya tergolong unik. Selain itu, jenis cupang yang lain adalah cupang sisir yang bentuknya unik karena sirip yang lebih mirip dengan bentuk sisir serta memilki warna yang cerah.

Ada juga cupang giant yang memiliki bentuk tubuh yang tergolong jumbo dibanding cupang lainnya, dengan harga yang lebih mahal dibanding yang lain karena cupang jenis giant sering menjadi kategori yang diperlombakan. Ada juga cupang jenis halfmoon, dinamakan halfmoon karena bentuk sirip yang menyerupai bulan separuh dengan paduan warna yang indah.
Untuk pakan ikan cupang ada empat jenis, yakni cacing, pelet, jentik dan kelapa parut. “Pelet kita jual seharga Rp7 ribu rupiah, kalau ketapang kita kasih gratis jika diminta pembeli,” sebut ibu 5 anak ini.
Ikan cupang juga bisa sakit karena terkena jamur jika tidak dirawat dengan tepat. Jika ikan cupang sakit, beliau menuturkan perawatan ikan dapat dilakukan dengan memberi daun ketapang ke dalam botol ikan cupang selama tiga hari.
Menurutnya penghasilan yang didapatkan tidak menentu, karena tergantung kepada penjualan pada hari itu. “Penjualan ikan cupang meningkat semenjak tahun 2018, karena memang sedang musim,” ungkapnya seraya berharap akan banyak kontes-kontes ikan cupang diadakan.

Harapannya serupa dengan Riza Fakhrummi yang kembali mulai mengoleksi cupang dengan berbagai jenis. Ia pun sudah mempersiapkan segenap alat dan perlengkapan perawatan ikannya. Yang perlu diingat, katanya, cupang hias berbeda dengan petarung meski sama-sama memiliki sifat yang agresif.(san/tim)

Loading...