Penjaga Makam Gaji Pertama Rp 75 Ribu, Kini Sudah PNS

Bagikan:
Muneran penjaga Taman Makam Pahlawan Majeluk, Kota Mataram, NTB.

Sudah bertahun-tahun Muneran menjadi penjaga Taman Makam Pahlawan Majeluk, Kota Mataram, NTB. Dia terus menjaga semangat merawat pusara para kusuma bangsa.

YUYUN ERMA KUTARI, Mataram

Cuaca di Kota Mataram nampak mendung. Namun, peluh keringat Muneran seperti mengucur deras.

Ia tampak kelelahan. Tapi semangatnya nyaris tak surut. Memangkas rumput-rumput liar, yang mulai tumbuh meninggi di area Taman Makam Pahlawan Majeluk.

Lombok Post (Jawa Pos Group) sangat beruntung, langsung bertemu dengan pria yang akrab di sapa Pak Mung itu. Manusia yang memiliki andil dalam membersihkan dan merawat tempat yang selalu ramai dikunjungi di momen-momen besar negara ini.

Mulai dari mengecat, menyapu, menyabut rumput, menyiram agar tampak hijau dan aktivitas lainnya dijalani Muneran dengan penuh bahagia. “Rumputnya harus tetap hijau, biar enak dipandang dan tetap sejuk,” jelasnya membuang rumput yang dicabutnya.

Pandangannya menerawang sambil menarik napas dalam-dalam. Oksigen ini serasa menyeruak masuk ke paru-parunya. Menandakan betapa lelahnya hari itu. Pria 56 tahun ini mengatakan, sudah 23 tahun, dirinya menjaga Taman Makam Pahlawan Majeluk. Tepatnya tahun 1996. Mulai dari gaji saat itu hanya Rp 75 ribu per bulan, hingga saat ini yang nilainya sudah jutaan. Maklum, ia kini berstatus PNS di Dinsos NTB.

Menurut Muneran, tercatat ada 153 pahlawan yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Majeluk. Dipisah menjadi dua bagian. Pertama taman makam bahagia diisi 67 pahlawan. Kedua, taman makam pahlawan yang jumlahnya juga 67 orang.

Kesehariannya, Muneran dibantu dua rekannya. Satu bekerja di bagian administrasi dan satu lagi membersihkan makam, seperti dirinya. Penjaga Taman Makam Pahlawan Majeluk sebenarnya banyak, tetapi karena tidak tahan dengan gajinya yang kecil dan hal mistis, makanya memilih mundur perlahan.

“Jadinya cuma kami bertiga saja yang bertahan, Alhamdulillah,” tegasnya.

Menurutnya, menjadi penjaga makam pahlawan tidak bisa asal-asalan. “Bahkan saya dikirim studi banding juga, kayak kemarin saya ke Kalibata. Saya diajari bagaimana mengurus makam pahlawan nasional,” tuturnya.

Ada saat santai, ada kalanya sibuk berbenah. Apalagi kalau mendekati hari-hari besar seperti Hari Pahlawan, Hari Ulang Tahun TNI, Hari Kemerdekaan, dan hari penting lainnya. Selain itu, saat ada kunjungan dari orang-orang penting, seperti kunjungan khusus DPR RI, ASN, Keluarga dan kerabat.

Bahkan murid, siswa dan pelajar sampai mahasiswa. Semuanya sudah ada ketentuan khusus dalam menjamunya. “Kalau sudah ada hari atau kunjungan penting begitu, seminggu sebelum acara harus steril, semuanya harus diperhatikan secara rinci,” jelas Muneran.

Terlepas dari semua itu, suka duka menjalani pekerjaan pasti ada. Apalagi predikat penjaga makam, selalu identik dengan hal mistis.

Berbicara soal kejadian mistis, Muneran mengaku beberapa kali mengalaminya. Bahkan pernah ada makam seorang pahlawan saat itu ia tanami seikat bunga, berharap akan tumbuh menghiasi makam karena warna kelopak bunganya berwarna kuning, saat bermekaran tampilannya sangat indah. Ia tanam posisinya tepat di atas kepala sang pahlawan.

Saat itu ia membersihkan makam pahlawan itu, tapi ada yang aneh. Dahan bunga tersebut terus bergoyang. Padahal tak ada angin berhembus kencang saat itu.

Hari pertama ia tidak memiliki firasat apa-apa, kemudian kejadian dan situasi yang sama berlanjut hingga hari kedua dan ketiga. Ia heran dan langsung memanjatkan doa pada saat itu juga.

“Saya langsung bacakan ayat suci, saya selalu berusaha menepis hal mistis-mistis seperti itu, makanya saya selipkan doa untuk mereka,” kata Muneran.

Terkadang, warga yang berada di sekitar Taman Makam Pahlawan Majeluk, juga mendengar hal-hal aneh. Cerita itu sudah sangat sering ia dengarkan. Namun ia selalu berpikir tidak mungkin orang yang sudah meninggal mengeluarkan suara semacam itu. Dan masih banyak lagi hal-hal mistis yang ia alami.

Terlepas dari semua itu, ia bersyukur.Setiap kali rombongan keluarga datang untuk berziarah, ia selalu didoakan agar tetap dalam keadaan sehat. Tentunya para keluarga memberi ucapan terima kasih yang tak terhingga, karena telah merawat kerabatnya dengan baik. “Alhamdulillah didoakan yang baik-baik, saya sebelum bersih-bersih selalu saya kirim Al-Fatihah buat semua yang ada di makam ini,” tutupnya. (*/r5/nt)

Bagikan:
Loading...