Kisah Seorang Ibu Menyelamatkan Anak dari Cengkraman Buaya

Joni Hartanto/Jambi Ekspres
Rasimah saat merawat buah hatinya YP di kediamannya di Desa Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak Barat, Tanjab Timur.
LINE it!

Rasimah (37), seorang ibu yang nekat terjun ke sungai di malam gelap untuk menyelamatkan buah hatinya dari cengkeraman buaya ganas. Bagaimana kisahnya?

JONI HARTANTO, MUARASABAK

YP (12), murid kelas 6 SD, warga Desa Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak Barat, masih terbaring lemah di tempat tidur. Ia terlihat ditemani ibunda tercintanya Rasimah (37), saat disambangi Jambi Ekpress (Jawa Pos Group), Senin (9/7), di kediamannya di Desa Teluk Dawan.

Wajahnya masih terlihat sayu, meski guratan-guratan keceriaan mulai menyamar di wajah polos itu.

Wajar saja, YP masih trauma. Kejadian Sabtu lalu (7/7) yang nyaris merenggut nyawanya, mungkin masih terngiang-ngiang. Untung saja, ia memiliki seorang ibu tangguh yang siap menyabung nyawa demi dirinya. Dialah Rasimah (37), yang sampai hari ini masih setia menemaninya di sisi pembaringan.

Tidak susah mencari alamatnya Rasimah. Seluruh warga di Desa Teluk Dawan mengenal Rasimah. Jarak kediaman Rasimah dengan pusat Kota Tanjab Timur di Muara Sabak Barat, hanya sekitar 10 menit perjalanan menggunakan kendaraan roda dua.

Untuk menuju kediamannya, ada pula jalan setapak beton yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja.

Rasimah mendiami rumah panggung berdinding papan. Lokasinya tidak beberapa jauh dari bibir sungai Teluk Dawan. Hanya sekitar 3 meter.

‘’Saat air lagi surut, memang sering ada penampakan buaya, terutama di malam hari di sekitar kediaman kami,’’ ujar Rasimah membuka pembicaraan.
Selama ini, kata Rasimah, warga Teluk Dawan kebanyakan mengambil air sungai menggunakan mesin Sanyo untuk berbagai keperluan.

Loading...