Giri Catur Meninggal, Korban Bom Surabaya Bertambah

Foto/Repro
Giri Catur saat menghadiri kelulusan anak semata wayangnya, Marvel, bersama istri.
LINE it!

Korban ledakan bom Surabaya bertambah satu. Giri Catur Sungkowo tutup usia hanya beberapa jam setelah kondisinya dikabarkan mulai stabil.

Dwi Wahyuningsih-Wahyu Zanuar Bustomi, Surabaya

Petugas sekuriti di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) itu mengembuskan napas terakhir pada Jumat (18/5) pukul 20.35. Dia menjalani perawatan di Ruang Observasi Intensif (ROI) RSUD dr Soetomo sejak Minggu (13/5).

”Sebelumnya kami lakukan pencucian luka bakarnya,” ujar Kepala Humas dan PKRS RSUD dr Soetomo dr Pesta Parulian SpAn.

Kondisinya dianggap stabil meski belum melewati masa kritis. Namun, pada pukul 17.00 keadaannya memburuk. ”Perawatan intensif sudah kami upayakan. Monitoring 24 jam sehari, tetapi Tuhan berkehendak lain,” lanjutnya.

Setelah Giri dinyatakan meninggal, pihak rumah sakit mengembalikan jenazah kepada keluarga. Sang istri, Suriyati, berusaha tabah. ”Saya kuat kok,” tuturnya singkat.

Selain keluarga, perwakilan dari GPPS Surabaya hadir. Pendeta Sewie Elia Huang menyebutkan bahwa Giri merupakan petugas sekuriti senior di GPPS. “Dia ini orang yang loyal terhadap pekerjaan. Semua tugas dilaksanakan dengan baik,” tutur Ketum Sinoda GPPS Jemaat Sawahan tersebut.

Menurut dia, Giri merupakan satu di antara tiga orang yang tertabrak saat menghalangi mobil Dita Oepriarto. Berkat mereka, bom meledak tepat di depan pintu gereja. Jika tidak ada mereka, mobil pasti melesat masuk ke dalam gereja sehingga timbul lebih banyak korban.

Loading...