Diinterogasi 2 Jam, Trauma Karena Dicap Sebagai Teroris

Foto/JawaPos.com
Muhammad Arifin saat ditemui di kediamannya, Jalan Kapi Sraba XI, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Malang, Rabu (16/5/18).
LINE it!

MUHAMMAD Arifin, 50, tidak pernah menyangka bakal berurusan dengan pihak kepolisian terutama terkait kasus teroris. Meski menjadi korban salah tangkap dan sudah dibebaskan, pegawai Kantor Pos tersebut masih trauma. Seperti apa ceritanya?

Antika Hapsari, Malang

Rumah Muhammad Arifin, 50, yang berlokasi di Jalan Kapi Sraba XI, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Malang nampak berantakan, Rabu (16/5) itu. Sejumlah barang, pakaian dan buku-buku terlihat berserakan di sejumlah tempat.

Sisa-sisa penggeledahan yang dilakukan oleh aparat kepolisian pada Senin (14/5) lalu masih jelas tergambar. Tidak hanya di dalam ruang tamu saja, namun kondisi rumah yang berantakan juga sudah terlihat sejak di teras depan.

Areal dalam rumah, kondisinya tidak jauh berbeda dengan bagian lainnya. “Ini yang waktu itu digeledah. Saya belum sempat merapikan,” kata Arifin, ramah ketika ditemui di rumahnya, Rabu (16/5).

Arifin meskipun dikenal pendiam, ia merupakan orang yang cukup supel diajak ngobrol. Kepada JawaPos.com Arifin bercerita, sewaktu proses penggeledahan, aparat kepolisian memeriksa secara detil bagian rumahnya. Mulai dari lemari, kamar tidur, belakang rumah, ruangan salat hingga rak dapur semua diteliti dengan seksama.

Loading...