Peringatan Hari Buku Sedunia: Ajak Menggambar, lalu Menceritakan Apa Digambar

Bagus Supriadi/Radar Jembe
Dengan telaten, salah seorang ibu menceritakan apa yang ada dalam gambar pada sang anak.
LINE it!

Umumnya, memori yang terekam dalam ingatan anak-anak relatif tajam. Untuk itu, sejak kecil perlu ditanamkan memori dengan materi yang baik-baik. Salah satu caranya, menghidupkan budaya dongeng oleh orang tua pada anaknya.

Umi Chusnul Khotimah begitu serius menyelesaikan cerita bergambar sebanyak 14 halaman yang dipegangnya. Beberapa muridnya, yakni dari TK Kartika 938 Tanggul, dengan seksama memperhatikannya. Sedangkan, orang tua anak-anak itu ikut mempersiapkan diri untuk menceritakan hasil gambarnya.

Pagi di aula Perpustakaan Daerah Jember itu, ada sekitar 40 tim dari Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Jember yang sedang mengikuti Lomba Cerita Bergambar, kemarin (23/4/18). Tak hanya guru yang datang, namun juga melibatkan orang tua dan anak dalam kegiatan itu.

Mereka datang membawa berbagai peralatan menggambar. Kemudian, karya cerita bergambar itu akan diceritakan oleh wali murid bersama anaknya. “Saya menggambar cerita seorang anak yang memiliki keinginan membeli sepatu olahraga,” kata Umi Chusnul.

Di sini, dia mengarang sebuah cerita bergambar tentang seorang anak yang berkeinginan untuk membeli sepatu olahraga. Namun, tak mudah untuk mendapatkannya. Sebab, dia harus menabung terlebih dahulu. “Ceritanya tentang perjuangan anak untuk mendapatkan apa yang diinginkannya,” tuturnya.

Perjuangan mencapai cita-cita itulah yang ingin disampaikan dalam cerita bergambar karangannya. Setelahnya, Yeni Rudiantie, orang tua dari Alifia menampilkan cerita tersebut di depan para orang tua dan murid lainnya.

Kisah yang ditulis oleh Chusnul tadi, kembali diceritakan oleh Yeni bersama anaknya. Dia penuh ekspresi, Yeni Rudiantie mengisahkan cerita tersebut. “Menabung itu adalah perbuatan baik yang harus dilakukan,” kata Yeni.

Tak hanya Yeni yang bercerita sambil membawa anaknya. Namun, para orang tua lainnya juga ikut terlibat peringatan hari buku dengan tema Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku pada Anak (Gernasbaku) itu. ”Kami ingin mengembalikan kebiasaan orang tua membacakan buku pada anaknya,” kata Endang Suprihatin, ketua IGTKI Jember.

Menurut dia, kebiasaan itu mulai hilang seiring dengan perkembangan zaman. Orang tua sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Bahkan, kerap memilih bermain gawai daripada membacakan buku untuk anaknya. “Begitu juga anaknya, dibelikan gadget (gawai, Red),” tuturnya.

Memori anak yang terekam sejak kecil, kata dia, tidak akan mudah hilang ketika sudah besar. Oleh karena itu, membacakan buku menjadi cara yang paling mudah untuk menanamkan pengetahuan yang baik pada anak.

Pendidikan TK, lanjut kepala TK Al-Amien tersebut, harus melibatkan sinergitas antara wali murid, siswa, dan guru. Waktu berkumpul anak lebih banyak dengan orang tua ketika di rumah. “Di rumah, orang tua bisa membiasakan membacakan buku untuk anak,” ucapnya.

Sekolah di TK mempersiapkan mental anak untuk melanjutkan studi ke SD. Karakternya perlu dibentuk. Salah satu carannya adalah pembiasaan membaca. “Di TK, mereka belajar melalui bermain,” tuturnya.

Sementara itu Suci Arnani, pustakawan Jember menambahkan, tantangan yang terjadi sekarang adalah banyak orang tua yang lebih sibuk menggunakan gawai. Tradisi mendongeng sudah mulai ditinggalkan. Padahal, banyak nilai positif yang ada di dalamnya.

Orang tua, kata Suci, merupakan madrasah pertama bagi para anak-anaknya. Mereka menjadi contoh dan inspirator bagi anak, sehingga perlu memberikan teladan yang baik.
“Kami bekerja sama dengan IGTKI agar orang tua dan anak gemar membaca,” paparnya.

Harapannya, kata dia, agar gerakan membaca bisa diterapkan sejak dini. Hal itu tidak bisa dilakukan sendiri, namun perlu sinergi antara guru, orang tua, murid, dan lembaga lainnya. “Mendampingi anak membiasakan membaca perlu terus digalakkan,” tambah Suci.

Bila tidak didampingi, anak akan lebih senang bermain gawai. Mulai dari bermain game hingga menonton video. Guna menghindari itu, anak-anak harus dikenalkan dengan dunia buku. Sehingga, bisa mengalihkan perhatian mereka pada gawai. (jr/gus/hdi/das/JPR)

Loading...