Saut Situmorang, Komisioner KPK dengan “Kekasih” Saksofonnya

FEDRIK TARIGAN/JAWA POS
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dengan saksofonnya.
LINE it!

Saksofon jadi bagian tak terpisahkan dari Saut Situmorang sejak puluhan tahun silam. Berharap bisa turut dorong anak – anak muda hasilkan karya musik antikorupsi.

AGUS DWI PRASETYO, Jakarta

Where there is desire, there is gonna be a flame,
Where there is a flame, someone’s bound to get burned.
But, just because it burns, doesn’t mean you’re gonna die
(Try/Pink)

POTONGAN lirik Try dari Pink itu dinyanyikan Saut Situmorang dengan suara lirih. Sembari mata komisioner KPK tersebut terus melihat satu per satu lagu di chart iTunes.

Menggunakan headphone, lagu-lagu itu didengar bergantian. Kepalanya bergoyang ke atas ke bawah, menikmati setiap lantunan musik. Kedua kakinya mengentak perlahan dengan tempo teratur. Bunyi tak tuk sepatu terdengar dari entakan itu. Asyik sekali.

Lantas, mulailah pria 59 tahun tersebut meniup “senjata” andalannya: saksofon. Suaranya melengking. Sangat kencang. Meski begitu, melodinya terdengar pas dengan part lagu Perfect yang dipopulerkan penyanyi asal Inggris, Ed Sheeran.

“(Lagunya) dengar dengan headphone, saya yang main (saksofon),” ujar Saut kepada Jawa Pos yang menemuinya di perpustakaan KPK, Jakarta, Kamis (19/4).

Begitulah “ritual” pria bernama lengkap Thony Saut Situmorang tersebut dalam memulai harinya. Sebelum sibuk bergelut dengan pekerjaan.

Biasanya dimulai pukul 07.00 atau sejam sebelum jadwal masuk kantor Dia mendengarkan audio lagu tanpa vokal (minus one) sembari bermain saksofon. Dengan begitu, hanya bunyi saksofon yang bisa didengar orang lain.

“Jadi kayak karaoke,” tuturnya sambil menunjukkan software minus one di laptopnya.

Persis karaoke pada umumnya, Saut hanya meniup saksofon ketika part musik masuk track vokal. Suara tunggal saksofon itu layaknya instrumen sebuah lagu.

“Sebenarnya ada grup, tapi untuk sementara kalau lagi sibuk kadang-kadang susah (ngumpul, Red),” tuturnya. “Jadi, saya main (saksofon) dengan ini (minus one),” imbuh wakil ketua KPK tersebut.

Loading...