Jangan Jadikan Danau Toba Tangki Septik Raksasa

Bagikan:
MARGANAS NAINGGOLAN

Catatan: Marganas Nainggolan*

PERKEMBANGAN terkini soal pencemaran di Danau Toba, dirilis pihak Bank Dunia, Senin (19/11/18). Mereka memaparkan fakta empiris dari hasil risetnya. Tingkat pencemaran sangat parah terjadi di danau vulkanik terbesar di dunia itu.

Rilis Bank Dunia itu melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan(LBP). Dia menjelaskan ke media, Senin lalu juga, di kantornya di Jakarta, mengenai hasil riset terbaru pihak Bank Dunia itu.

“Saya sudah lama meminta pihak Bank Dunia melakukan penelitian ini,” kata LBP, anak asli Simargala, Silaen, Kabupaten Tobasa itu.

Inti dari riset itu menurut LBP: Danau Toba tercemar limbah. Kotor. Parah.

Begitu kondisi danau satu satunya di dunia yang bermetamorfosa dari letusan gunung berapi itu. Jutaan tahun lalu.

Mengapa sampai melibatkan pihak Bank Dunia?

Apakah karena kawasan danau terbesar di Asia Tenggara itu sedang diupayakan masuk UNESCO Global Geopark. Atau ada tujuan lain di balik itu? Tak dijelaskan oleh LBP.

Juga tentang resiko dari pencemaran itu. Sebahaya apa efek negatifnya terhadap kesehatan manusia. Apalagi bagi mereka yang mengkonsumsi air danau. Atau bagi orang yang mandi langsung di air danau nan sejuk itu. Belum ada keterangan.

Kecuali LBP, pemilik sekolah DEL di Laguboti Tobasa itu berkata:lima puluh meter di kedalaman air danau, tidak didapati lagi oksigen, sebagai akibat dari pencemaran yang semakin berat.

Bagikan:
Loading...