Andilo Si Pejuang Literasi, Pengalaman Sulit Dapat Buku Semasa Kecil, jadi Motivasi Buat Kareta Pustaka

Bagikan:
Andilo saat menemani anak-anak di Hajoran membaca buku-buku yang dibawanya dengan Kareta Pustaka Sibolga-Tapteng.

NewTapanuli.com, TAPTENG- Andilo Harianto Simamora adalah satu dari jutaan anak yang pernah hidup dalam kesulitan mendapatkan pendidikan. Mendapatkan buku untuk dibaca, adalah sebuah kesulitan besar yang dihadapinya semasa kecil. Dan, kini, kesulitan itu motivasi Andilo Harianto membuat perpustakaan keliling, yang disebutnya dengan nama “Kareta Pustaka Sibolga-Tapteng”.

Darwis Halawa, Tapteng

Kamis (20/7) sore itu, matahari mulai turung ke ‘persembunyiannya’. Itu sekitar pukul 16.00 WIB. Andilo mulai mengemas puluhan buku-buku ke dalam dua boks kain di jok belakang sepedamotor bebek miliknya yang terparkir di teras rumahnya di Perumnas Pandan, Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Usai mengemas dan merapikan buku, Andilo ditemani putri keduanya, Carol Dwina Basa Simamora yang duduk di atas boks kain berisi buku, bergegas menekan starter sepedamotor. Lambaian sang istri, Beti Hutagalung dan putri pertamanya, Ananda Imalona Simamora, melepas keberangkatan Andilo dan Carol.

Andilo bukan hendak berdagang buku, melainkan menjalankan rutinitas yang ia lakukan setiap hari Kamis, yakni membawa buku-buku untuk dibaca gratis oleh anak-anak di Lingkungan III, Kelurahan Hajoran Indah, Kecamatan Pandan. Lingkungan dimana beberapa waktu lalu, sedikitnya 7 rumah terbakar yang kini menyisakan debu dan pilu.

Kedatangan Andilo di lingkungan itu memang sudah dinanti. Belum sempat Andilo menyandarkan sepedamotornya di bawah tenda umum milik BPBD, lari kecil dari belasan anak-anak sudah menyambutnya. Anak-anak itu tertawa riuh rendah mengungkap kebahagiaan polos. Tenda biru kemudian digelar agar buku, anak-anak dan Andilo, bisa duduk lesehan dan memulai membaca.

Pengabdian di literasi ini sudah dimulai Andilo sejak awal tahun 2016 lalu. Sejak ia memutuskan mendirikan komunitas kecil yang ia beri nama “Kareta Pustaka Sibolga-Tapanuli Tengah”.

“Sebenarnya idenya itu sudah sejak tujuh tahun lalu, tapi baru terealisasi awal 2016, tahun lalu,” tutur Andilo kepada New Tapanuli.

Andilo menuturkan, kisah sulit mendapatkan buku semasa kecil yang ia alami menjadi motivasi tersendiri baginya. Ia tak mau anak-anak saat ini mengalami kesulitan, sama seperti yang pernah ia alami.

Bagikan:
Loading...