Facebook Kini Didenda 396 juta Won di Korea Selatan

Zuckerberg
LINE it!

New Tapanuli.Com – Facebook kini tengah dilanda kabar negatif. Tak cuma soal penyelewengan 50 juta data pengguna, jejaring sosial milik Mark Zuckerberg ini juga harus berurusan dengan pemerintah Korea Selatan dan didenda miliaran rupiah.

Menurut informasi yang beredar, Facebook didenda 396 juta won atau sekitar Rp 5 miliar karena diduga membatasi akses pengguna di Korea Selatan. Kasus ini sudah diselidiki oleh Komisi Komunikasi Korea Selatan (KCC) dari tahun 2017.

Menurut KCC, Facebook harus membayar denda dengan besaran yang dimaksud sebagai bentuk hukuman karena melanggar undang-undang yang merugikan kepentingan pengguna. Regulator pun merekomendasikan agar perusahaan mengubah ketetapan ketentuan penggunaan yang tidak bisa menjamin kualitas layanannya.

Masalah ini bermula ketika Facebook mulai mengalihkan akses beberapa pengguna Korea Selatan ke platform menuju jaringan di Hong Kong atau Amerika Serikat, daripada menggunakan jaringan lokal. Langkah ini dilakukan tanpa memberi notifikasi terlebih dahulu kepada pengguna.

Sebagai bentuk akibat dari pengalihan akses ini, alhasil koneksi berjalan lebih lambat 4,5 kali dari biasanya. SK Broadband selaku operator penyedia layanan internet mendapat 10 komplain per harinya dari pengguna karena masalah tersebut. Sementara LG UPlus dikomplain 34 kali dalam sehari. (Sumber : detikinet.com)

Pernyataan Lengkap Zuckerberg Soal Kebocoran Data Facebook

Setelah dinanti-nantikan, bos Facebook buka-bukaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus penyalahgunaan data milik 50 juta pengguna jejaring sosial tersebut.

Mark Zuckerberg, melalui sebuah tulisan di dalam akun Facebook miliknya, memberi pernyataan panjang lebar mengenai apa yang terjadi dalam kasus penyalahgunaan data 50 juta pengguna jejaring sosial tersebut. Zuck mengklaim Facebook sebenarnya sudah melakukan sejumlah pencegahan untuk melindungi data penggunanya.

“Kami bertanggung jawab untuk melindungi data Anda, dan jika kami tidak bisa melakukannya maka kami tidak layak melayani Anda. Saya telah berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi dan memastikan hal ini tidak akan terjadi lagi,” tulisnya. (Int)

Loading...