Pevita Pearce Belajar Memanah

Bagikan:
Pevita Pearce

Artis cantik Pevita Pearce kembali terlibat dalam project film tahun ini. Salah satunya adalah film BUFALLO BOYS. Dimana pada film ini Pevita memberi bocoran bahwa ia akan berperan sebagai wanita yang dianggap aneh dan membuat malu! Kok bisa? Yuk langsung saja kita mendengar penjelasan Pevita!

“Pada jaman itu memang mencerminkan perempuan belum bisa melakukan sesuatu di luar rutinitasnya. Perempuan dikotakan harus mencuci, menemani ibunya, memasak,” katanya saat ditemui di SCTV Tower.

“Aku (berperan) sebagai Kiona. Kiona itu keluar dari kotak itu. Keluar dari yang biasa kan dianggap aneh, salah, dan membuat malu,” lanjutnya. Memerankan peran yang terbilang tak biasa, Pevita menjelaskan lebih lanjut tentang perannya ini. Menurutnya, “Padahal dia hanya memperjuangkan apa yang dia anggap benar.”

Selain itu masih ada lagi keunikan dari sosok Kiona yang ia ungkap, yaitu, “Dia ini sangat berani dan berbeda sama perempuan lainnya. Dia suka main di alam, panahan, dan main sama kebo juga. Sosok itu yang membuat karakternya unik di antara pemain-pemain lain. Yang aku suka dari film ini setiap pemain memiliki karakter unik yang kalau digabung jadi harmoni yang seru juga!”

Bicara soal keunikan karakter, Pevita juga turut menyebut bahwa tokoh yang ia perankan ini menyukai aktivitas memanah. Wah, lantas bagaimana ya proses Pevita belajar memanah? “Sebelum syuting kita dapat skenario dan sesi karakter, ada memanah. Kurang lebih ada sebulan untuk kita memahami dan ngerasa objek itu dekat dengan kita,” ujar adik Keenan Pearce ini.

“Dan sebulan memanah terus. Pake panah beneran tapi bukan yang profesional, karena di kameran kan yang dilihat lebih ke familiarnya aja,” pungkas Pevita menjelaskan.

Pada kesempatan ini Pevita turut menceritakan bahwa ia merasa senang dengan project film ini. “Ketika kita kerja bareng orang-orang yang benar-benar passion dengan apa yg mereka kerjakan, dan ahli di bidangnya masing-masing, semua elemen itu digabungkan jadi satu akan jadi experience yang magical,” jelas Pevita tentang fiilm yang membutuhkan waktu 3 bulan untuk syuting ini.

Film ini memulai proses reading di bulan Juni dan Juli, serta syuting di bulan Agustus sampai Oktober tahun lalu.

Selama 3 bulan syuting, rupanya Pevita mengalami sedikit kesulitan. “Paling sulit secara medan udah cukup sulit karena di Yogyakarta dan Batam panas banget yang udaranya juga sampai nyekik. Tantangan lainnya lebih teknis sih,” tutupnya. (kpl/int/nt)

Bagikan:
Loading...