Mengenal Komunitas Jumbo Keong Indonesia

Bagikan:
Dari kiri, Yulianto Tedjo, Hadrian Yonata, Stefe, Tony Witjaksono, dan Putra Omega sedang asik bermain keong.

Kelomang, pong-pongan, umang-umang, atau keong bisa menjadi hewan peliharaan yang supereksotis. Komunitas Jumbo Keong Indonesia kini menjadi jujukan bagi para mania hewan tersebut.

MOCHAMAD SALSABYL ADN, Surabaya

BAU amis sudah menjadi hal yang khas untuk rumah Stefe Sugianto, pendiri Komunitas Jumbo Keong Indonesia (JKI). Bagaimana tidak, pekarangan hingga ruang tamu rumah di Jalan Bendul Merisi itu terisi oleh belasan akuarium berbagai ukuran. Isinya pun bermacam-macam. Mulai ikan hias hingga kalajengking. Namun, primadona rumah bisa ditemukan di dua akuarium tanpa air di pojok pekarangan.

Akuarium itu terlihat paling terang di antara tempat lain. Wadah sebelah kiri dipenuhi pohon-pohon kecil, sedangkan satunya diisi bunga-bunga imitasi. Saat malam tiba, binatang bercapit tersebut muncul dari cangkangnya. Masyarakat Surabaya mungkin lebih mengenalnya dengan sebutan keong.

”Mereka kan aktifnya memang saat malam. Jadi, jangan kaget saat pelihara keong. Pasti malam-malam ada bunyi klotak-klotak,” ujar Stefe. Melihat belasan keong super berjalan di akuarium memang bukan pemandangan biasa. Bagi yang takut dengan hewan-hewan aneh, bisa saja merasa geli. Namun, perasaan tersebut dijamin hilang setelah beberapa menit terlewati. Tak seperti capit superbesar yang kasar dan menakutkan, cangkang-cangkang yang dibawa keong terlihat sangat menawan. Ada yang berwarna hijau dengan bentuk mirip tanduk atau cokelat putih mirip cangkang kerang.

Kesan intim makin terlihat saat Stefe membawa Tole, Ketam Pertapa Indo yang jadi peliharaan favoritnya. Stefe menyatakan, Tole menjadi kesayangannya. Tole selalu diajak ikut pameran karena pembawaannya yang tenang.

Tole merupakan salah satu keong terbesar yang dimiliki Stefe. Ukurannya hampir satu kepalan tangan. Tole berusia 70 tahun.

”Orang-orang suka pegang dia karena tak pernah dicapit. Dia juga jarang sekali bersembunyi di cangkang. Kalau di kamar, saya biarkan saja dia berjalan dan bermanja-manja sama saya,” katanya.

Bagikan:
Loading...