Harga Cabai Masih Terasa ‘Pedas’

Milson Silalahi
Salah seorang penjual cabai sedang menjajakan dagangannya.
LINE it!

NewTapanuli.com, SIBOLGA – Perayaan Natal dan Tahun Baru sudah usai. Namun, tingginya harga cabai di masa hari besar itu, seperti yang terjadi setiap tahun, tak kunjung turun hingga saat ini. Tak hanya cabai, bawang pre, tomat dan bumbu dapur lainnya juga masih tinggi di Kota Sibolga.

Amatan New Tapanuli di sejumlah pasar tradisional di Kota Sibolga, harga cabai merah yang pada sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru sebesar Rp40 ribu per kg, kini justru mendapai Rp60 ribu per kg. Begitu juga dengan harga cabai rawit, yang sebelumnya berkisar Rp20 ribu per kg, saat ini justru mengimbangi harga cabai merah.

Salah seorang pedagang Pasar Nauli Sibolga, M Br Tambunan (52), Kamis (4/1) membenarkan kenaikan harga tersebut.

“Kami beli cabai merah dari toke cabe seharga Rp50 ribu, jadi kami jual sekitar Rp55 hingga Rp60 ribu per kg. Semakin mengherankan, dimana cabai rawit yang sebelumnya hanya berkisar Rp20 hingga Rp30 ribu per kg, saat ini kami beli sekitar Rp50 ribu dan kami jual seharga Rp60 ribu per kg,” jelasnya.

Dikatakan, kebiasaan dari penyalur sayur-sayuran, jika menjelang Natal dan Tahun Baru, seringkali harga-harga barang tersebut naik, seperti tomat yang biasanya hanya beli Rp5 ribu per kg saat ini menjadi Rp7 ribu per kg dan dijual seharga Rp10 ribu per kg.

“Dan, itu masih tomat Siborongborong. Kalau tomat Brastagi justru lebih mahal lagi. Bahkan harga bawang pre yang sebelum Natal dan Tahun Baru harga belinya hanya Rp9 ribu per kg dan jual seharga Rp12 ribu per kg, saat ini harga belinya Rp30 ribu per kg dengan harga jual sebesar Rp40 ribu per kg. Hal yang sama terjadi dengan sayur daun sup yang sebelumnya harga beli sebesar Rp15 ribu per kg dan jual sebesar Rp20 per kg, saat ini harga belinya dari agen sebesar Rp30 ribu per kg dan harga jual sebesar Rp40 ribu per kg,” jelasnya.

Menurutnya, kenaikan harga ini disebabkan kelangkaan tanaman tersebut di tingkat petani. Sebab para petani cabai, tomat, bawang pre dan daun sup telah selesai panen, sementara saat ini musim hujan.

Salah seorang pembeli Pasar Nauli Sibolga, Ny Betty (46) mengatakan bahwa kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit ini sangat menyusahkan.

“Kita berharap harga kebutuhan pokok masyarakat ini segera turun, karena perayaan Natal dan Tahun Baru sudah usai. Pemerintah kan bisa mengawasi harga kebutuhan pokok masyarakat, terutama mengawasi adanya spekulan yang hanya ingin ambil keuntungan saja,” pintanya. (mis/ara)

Loading...