Biaya Beli Susu Anak Rp6 Juta per Bulan

Ilustrasi
LINE it!

NewTapanuli.com – Setelah anaknya berusia setahun, Donwori (33) nama samaran, baru mempersilakan istri dan anaknya untuk menjenguk mertuanya di Palu, Sulawesi Tengah. Meski demikian, Donwori tetap rutin mengirim uang untuk keperluan anak dan istrinya, sebut saja Karin (32), sebesar Rp10 juta per bulan.

Dana Rp10 juta itu digunakan untuk berbagai keperluan. Sebesar Rp6 juta untuk susu, Rp600 ribu dibuat beli popok anak, untuk baju dan keperluan anak lainnya Rp1 juta. Sisanya, Rp2,4 juta untuk keperluan istrinya di Palu.

“Di sana hanya setahun kok. Soalnya mertua ingin ngemong cucunya, saya sih enggak masalah istri untuk sementara tinggal di sana, bikin tekor,” kata Donwori di sela-sela sidang talak cerai di pengadilan agama (PA), Senin (12/6).

Bersama pengacaranya, Donwori mengaku bukan masalah jumlah pengiriman uangnya kepada Karin. Namun, ia mulai ragu dengan biaya susu istrinya yang mencapai Rp6 juta. “Sudah enam bulan di Palu. Dari lahir procot sudah minta jatah uang Rp6 juta sih, no problem. Tapi, setelah saya banyak diskusi dengan teman-teman yang punya anak, kok habis susunya enggak sampai segitu,” kata Donwori.

Donwori mulai tidak percaya dengan istrinya saat dia sering berdikusi dengan biaya susu dengan rekannya. Ada temannya yang punya dua anak kembar dan seusia dengan anaknya, susunya pun merek sama dengan kualitas platinum, hanya menghabiskan Rp4 juta per bulan.

Jumlah itu sudah dengan popok dan kebutuhan lainnya, seperti barang perawatan bayi mulai sabun mandi, minyak telon, bedak dan sebagainya.

Rekan teman lainnya juga merasa demikian. Dua sampai tiga anak dengan merek susu yang sama tidak sampai menghabiskan Rp5 juta.

“Saya bukan masalah besaran duitnya, tapi jangan coba coba bohongin suami. Itu saja,” kata pria yang bekerja sebagai konsultan keuangan tersebut. Sementara itu, Karin yang turut hadir dalam sidang talak cerai membuktikan jika uang Rp6 juta memang dihabiskan untuk beli susu.

“Saya bawa struk pembelanjaannya. Saya enggak yakin kalau suami itu marah gara-gara susu anak, mungkin dia sudah punya wanita lainnya. Apalagi, sudah saya tinggal beberapa bulan di Palu,” katanya.

Ibu satu ini tidak gentar dengan talak cerai yang diajukan oleh suaminya. “Saya juga sewa pengacara, kalau dia sampai macam-macam sama saya, saya usir dia dari rumah. Bahkan, dia tidak akan saya pertemukan dengan putri saya,” ancam karin. (jpg)