Natasha Johana Dematra, Sineas 18 Tahun Raih Ratusan Penghargaan Internasional

DARAH SENI: Natasha Johana Dematra bersama ayahnya, Damien Dematra, usai menjadi juri pada festival film internasional bidang toleransi di Denpasar, Bali.
Juneka/ JPG
LINE it!

Berbicara tentang film, Natasha selalu mencari tema-tema yang menginspirasi. Temanya bisa apa saja. Mulai soal kemanusiaan hingga alam. ”Kalau aku bikin film dan tidak menginspirasi, buat apa? Bawaannya kayak gak ada gunanya,” ujar putri sutradara dan penulis Damien Dematra tersebut.

Film Bumiku itu hanya menjadi salah satu anak tangga yang sedang ditapaki Natasha dalam perjalanan hidup sebagai seorang seniman. Dia sudah bermain di beberapa film seperti L4 Lupus pada 2010, Dream Obama (2011), I’m Star (2013), Let’s Play, Ghost (2013), Tears of Ghost (2015), dan From Seoul to Jakarta (2015). Natasha lebih nyaman disebut sebagai seniman daripada artis. ”Artist yang pakai st itu,” ucapnya.

Natasha bercerita mulai kenal dunia akting saat berusia 10 tahun. Pada saat itu, kebetulan Damien juga sedang memulai pembuatan film indie. Natasha ibarat menjadi kelinci percobaan Damien. Dia diminta menjadi cewek buta tuli bisu hingga cewek kesurupan.

Natasha kecil belajar secara langsung dengan melihat film The Miracle Worker tentang Helen Keller. Tentu bukan perkara gampang memerankan seorang gadis buta tuli bisu seperti dalam cerita Helen Keller tersebut. Tapi, bagi Natasha itu justru menguntungkan. Sebab, setelah bisa melewati hal-hal sulit, tentu yang lain akan lebih mudah. ”Latihan terbaik itu langsung praktik,” tutur dia.

Loading...