Harga Sembako Relatif Normal, Daya Beli Bergairah

Toga Sianturi/ New Tapanuli
Kondisi pedagang Pasar Sibolga Nauli yang sepi dari pembeli, Senin (11/6).
LINE it!

NewTapanuli.com, SIBOLGA – Hampir seluruh pedagang mengeluh sepinya pembeli. Bila dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, daya beli masyarakat saat ini sangat jauh merosot. Padahal, bila dilihat dari harga-harga, relatif normal. Tidak ada barang yang mengalami kenaikan harga drastis.

Seperti dikatakan salah seorang pedagang Pasar Sibolga Nauli yang mengeluhkan kondisi dagangan mereka di pusat pasar terbesar Kota Sibolga tersebut. “Kalau sebelumnya, di atas Rp1 juta masih ada laku. Sekarang, mencari Rp600 ribu saja, susah kali,” kata wanita tua yang tak ingin disebutkan namanya kepada wartawan, Senin (11/6).

Menurutnya, kondisi tersebut bukan pengaruh harga atau momen Ramadan. “Kalau dibilang karena harga, enggak mungkin. Banyak harga yang turun drastis. Seperti cabe, sekarang paling mahal cuma Rp10 ribu per kilo. Sebelumnya, sampai Rp80 ribu. Kalaupun ada yang naik, tidak begitu tinggi, masih wajar, jadi bukan karena harga. Dibilang karena bulan puasa enggak juga, karena beberapa bulan sebelum puasa juga kondisi pasar sudah sepi, sama seperti sekarang ini,” ketusnya.

Dia menduga, memang kondisi ekonomi masyarakat Sibolga yang belakangan ini merosot tajam. “Memang ekonomi masyarakat yang enggak ada. Apa mau dibuat belanja, kalau uang enggak ada. Ya, beginilah terus kami ini,” pungkasnya.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Kepala Unit Pelayanan Teknis (KaUPT) Pasar Sibolga Nauli Effendy Dalimunthe. Diterangkannya, laut yang menjadi sumber penghasilan mayoritas warga Sibolga, tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup. Begitu juga dengan petani. Dengan harga jual hasil tani yang rendah, sangat mempengaruhi daya beli pasar. “Apa mau dibuat masyarakat, harga sawit dan karet sangat murah. Untuk biaya panen dan angkut saja tak tertutupi. Tambah lagi gaji pekerja selama merawat tanaman, tekor. Beginilah kondisinya sekarang,” ungkapnya.

Pihaknya bersama DPRD juga sudah melakukan survei ke daerah tetangga untuk memastikan apakah kondisi tersebut hanya terjadi di Sibolga. Ternyata tidak, kondisi serupa juga terjadi di Padangsidimpuan. “Kita hanya mau membuktikan saja, apakah hanya kita yang begini. Beberapa hari yang lalu, saya bersama DPRD sudah ke Sidimpuan. Kita lihat kondisi pasarnya memang sepi, sama seperti ini. Jadi, rata-rata memang beginilah kondisi pasar, bukan kita saja,” pungkasnya sembari membeberkan daftar harga sembako.

Cabai merah Rp10 ribu per kg, cabai giling Rp15 ribu, cabai hijau Rp12 ribu dan cabai rawit Rp15 ribu. Bawang merah Rp22 ribu, bawang penang Rp22 ribu, bawang bombai Rp15 ribu, bawang perai Rp8 ribu dan bawang putih Rp40 ribu. Untuk tepung terigu Rp6 ribu per kg, tepung kanji Rp8 ribu, kacang tanah Rp20 ribu, minyak goreng putih Rp16 ribu, minyak goreng kuning Rp15 ribu. Gula pasir luar negeri Rp16 ribu per kg, yang dalam negeri Rp15 ribu, telor ayam ras Rp1500 per butir. Untuk harga ayam potong, Rp25 ribu per kg dan daging kerbau Rp120 ribu. (ts)