Bah! Minuman Soda Pakai Botol Bekas Miras, Juga tanpa Label Halal

Kadis Kesehatan Sibolga saat menggelar sidak di kilang lemon cap Kupu-kupu di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasar Baru, Senin (19/6).
LINE it!

NewTapanuli.com, SIBOLGA- Adanya berbagai laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan kilang lemon cap Kupu-kupu akhirnya ditanggapi Dinas Kesehatan Sibolga. Mereka melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi kilang dan terungkap bahwa minuman soda itu menggunakan botol bekas minuman keras (miras) dan tanpa label halal dari MUI.

Sidak dimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Sibolga Yusuf Batubara didampingi Sekretaris Firmansyah Hulu dan beberapa petugas kesehatan, Senin (19/6) sore di lokasi kilang di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota.

Dari hasil sidak ditemukan bahwa kemasan yang digunakan adalah botol bekas minuman beralkohol. Kemudian, sistem pencucian botol tidak menggunakan air panas atau mesin. Botol hanya dicuci dengan air PDAM dan disikat secara manual. Dan, produk minuman bersoda tersebut tidak memiliki izin halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Saat itu, pemilik tidak dapat mengelak atas semua temuan tersebut. Dia mengatakan bahwa memakai botol bekas karena tidak memiliki modal untuk pengadaan kemasan sendiri.

“Sudah pernah saya tanya ke tukang botol untuk buat botol sendiri, katanya harus letak uang Rp2 miliar. Kalau saya mampu, saya buat botol sendiri. Tapi, saya nggak mampu,” elaknya.

Katanya, hal tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Dia berharap pemerintah memberi dispensasi pada usahanya untuk memakai botol bekas.

Alasannya, untuk membantu program UMK yang belakangan gencar dilakukan pemerintah.