Bank Umum Wajib Layani Penukaran Pecahan Rupiah, BI Jamin Penukaran Uang Gratis

M Junaifin
LINE it!

NewTapanuli.com, SIBOLGA – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sibolga M Junaifin, menjamin tidak ada praktik jual beli uang pecahan rupiah menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H di wilayah kerjanya. Masyarakat bebas melakukan penukaran uang pecahan rupiah di seluruh bank umum, tidak dikenai biaya apa pun atau gratis.

“Alhamdulillah, selama saya bertugas di KPw BI Sibolga sejak tahun 2015, belum pernah ditemukan kasus jual beli uang pecahan rupiah. Setiap warga yang menukar uang di loket BI Sibolga maupun di kantor bank umum lainnya, tidak pernah dikutip biaya,” kata M Junaifin, kepada New Tapanuli, kemarin di Sibolga.

Dia menegaskan, penukaran uang pecahan rupiah menjelang Idul Fitri, tidak melulu di Kantor Bank Indonesia Sibolga saja, di seluruh kantor bank umum juga bisa. BI Sibolga sudah bekerja sama dengan perbankan, bahwa seluruh bank umum wajib melayani penukaran uang masyarakat, baik nasabah maupun yang bukan nasabah.

Menjelang Idul Fitri, BI Sibolga telah menyiapkan Rp1,5 triliun uang pecahan rupiah baru untuk melayani penukaran uang masyarakat di wilayah kerja KPw BI Sibolga, yang meliputi 16 Kabupaten/kota di Tapanuli dan Nias. Stok uang rupiah Rp1,5 triliun tersebut dijamin mencukupi kebutuhan uang masyarakat.

Junaifin menambahkan, sejak kas penukaran uang dibuka tanggal 12 Juni 2017 lalu, masyarakat terlihat antusias menukar uang pecahan uang rupiah, baik di loket BI Sibolga, bank-bank umum maupun di kas keliling yang ditugaskan melayani penukaran uang di sejumlah kabupaten/kota. “Bahkan, bank umum juga menerjunkan armada kas kelilingnya bersama kas keliling BI Sibolga untuk melayani masyarakat yang membutuhkan uang rupiah pecahan baru menyambut Idul Fitri. Semisal, pada Rabu (14/6) kemarin, di Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), sejumlah armada kas keliling perbankan ikut serta melayani penukaran uang masyarakat,” ungkapnya.

Pihaknya menerima laporan, masyarakat di kedua daerah tersebut sangat antusias menukar uang pecahan rupiah baru. Ada mobil kas milik Bank Sumut, Bank BNI, Bank BRI, dan lainnya. “Warga yang mengetahui langsung berkumpul dan ramai menukar uang, hingga operasional armada kas keliling ditutup sekira pukul 14.00 WIB,” imbuhnya.

Pada tanggal 20 Juni 2017, sambungnya, armada kas keliling BI bersama perbankan juga dijadwalkan melayani penukaran uang masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal. “Jadwalnya sudah ada, direncanakan armada kas keliling tersebut sudah stand by di lapangan mulai pukul 08.00 WIB. Lokasinya di sekitar Pasar Baru,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, M Junaifin juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap peredaran uang palsu. Selalu berhati-hati menerima uang pecahan rupiah dalam bertransaksi, untuk mengantisipasinya, lakukan rumus 3D (dilihat, diraba, diterawang).

Sudah menjadi fenomena, pada setiap menjelang hari raya Idul Fitri, banyak ditemukan peredaran uang palsu di masyarakat. Secara konsisten, pihaknya juga melakukan sosialisasi mengenai ciri keaslian uang rupiah melalui langkah 3D, melalui beragam kesempatan dan kegiatan. “Secara umum, uang pecahan rupiah yang dipalsukan itu nominalnya Rp50.000 dan Rp100.000,” tandasnya. (rb)